📋 Semua Jawaban
Reset
Total: 45,247 baris
Answer ID Assessment ID Question ID Nilai Teks Jawaban (Essay)
24315 1151 11 1 -
24316 1151 12 2 -
24317 1151 13 2 -
24318 1151 14 3 -
24319 1151 15 4 -
24320 1151 16 3 -
24321 1151 17 1 -
24322 1151 18 4 -
24323 1151 19 3 -
24324 1151 20 4 -
24325 1151 21 3 -
24326 1151 22 1 -
24327 1151 23 1 -
24328 1151 24 4 -
24329 1152 25 - Tidak ada
24330 1152 26 - Saya memiliki masalah finansial. Keluarga saya mencari nafkah senang berjualan. Jualan itu naik turun. Terkadang saya dapat uang jajan dan ongkos tetapi kadang hanya ongkos. Saya tidak terlalu membawa itu ke dalam hati karena saya tahu ada org yg lebih susah namun ada satu hal yang sedikit membuat hati sy tergores. Masalah magang. Di semester ini kami diperbolehkan magang. Saya sudah punya team dan tempat magang. Namun saya keluar dari team karena masalah keuangan. Ibu saya tidak sanggup membayar kost dan makan saya. Apalagi saya punya dua adik yang masih sekolah. Kalau saya tidak kost , ibu saya cukup terbantu. Pada saat itu ekonomi kami memang sedang turun-turunnya. Jualan tidak ada orang beli akhirnya ibu saya menjadi art di rumah orang. Jujur saya sedih mengapa ibu saya harus menjadi art di rumah orang tetapi keadaan tidak bisa disalahkan. Saya bilang ke ibu saya, saya mau kerja aja kata ibu saya tidak usah fokus kuliah dan bantu jualan saja. Saya tau saya gak boleh sedih karena bagi beberapa ormag masalah sy tidak ada apa-apanya. Namun wajar tidak saya kecewa sm keadaan? Disaat keinginan sy bukan masalah baju namu utuk belajar saya tidak bisa. Saya tidak jadi ikut magang karena tidak mau memberatkan. Saya bukannya tidak bersyukur tetapi saya sedih saja. Kalau sy crita ke org,Syaa takut di judge ga bersyukur. Gapapa kan kalau sesekali kita kecewa sm keadaan? Sya berharap smoga akan dtg hal hal baik lain di jalan lain kepada saya.
24331 1152 27 - -
24332 1152 28 - -
24333 1152 29 - Saya merasa keluarga saya tidak syg kepada saya. Nenek dari ibu, lebih menyayangi anak dari om (Aang ibu saya) daripada saya. Padahal ketika nenek dirawat di rumah sakit, saya dan ibu saya yg jaga. Anak om sy beralasan sibuk padahal mereka dirumah. Hanya 1 org yg berkunjung. Kemudian tante, istri om sy senang sekali menjelekkan sy ke nenek saya. Nenek sy terhasut dan merasa Kesal kepada saya. Sy sangat sedih. Lalu keluarga ayah sy jg menyakiti hati sy. Waktu sy nangis berlutut minta di kuliahkan mereka menyuruh sy nikah aja biar g bnyk uang keluar. Disitu hati sy hancur padahal saya srius mau kuliah. Padahal mereka tahu alasan sy memohon minta di kuliahkan adlh krn ayah saya sdh meninggal. Ibu sy tidak mampu menguliahkan sy. Kenapa disaat sy srius mau kuliah sy tidak bisa smntr ad temen sy yg ganiat kuliah tp orgtua ny sanggup menguliahkan dia. Bibi sy, adik ayah saya selalu koment apapun yg saya lakukan. Di mata mereka smua yg sy lakukan salah. Saya ingin berterus terang sy pernah mau mati saking stresnya mendengarkan ucapan mereka. Mereka membuat sy merasa tidak ad gunanya hidup. Setiap pulang dari bertemu mereka sy sll overthinking. Sya heran apakah sy ini cucu dan keponakan yg jahat shingga mreka memperlakukan sy spt itu. Tetapi sy ingat bibi kakak ibu sya syg kepada saya. Kakek sy, ayah dari ibu saya, sangat syg kepada sy, sewaktu kakek masih hidup kakek sgt membanggakan sy. Sy kangen kakek sy. Dulu waktu kakek tau sy disuru nikah kakek nenek sy marah. Kakek sy kalau tau sy juara bawa piala lgsg pake ke org-org. Sy kangen kakek saya. Kakek sy g pernah marah kepada saya. Sy ingat waktu sy dimarahi nenek saya, kakek sy sll membela saya. Kakek yg paling baik tetapi kakek cepat dipnggil Tuhan. Aku harap kakek bangga dengan apapun y gaku lakukan saat ini. Walaupun kakek tidak ada sampai aku wisuda nti ttp aku percaya kakek menjaga dari sana. Ak benar" Merindukan kakek
24334 1152 30 - -