| 22539 |
1069
|
29
|
-
|
Tentu, terkhususnya kepada adik saya karena dia satu-satunya yang saya punya. Saya selalu khawatir terhadap kesehatan mentalnya karena saya sebagai kakak satu-satunya merasa kurang bisa merawatnya dengan baik untuk menggantikan peran ibu bagi adik saya yang di mana kami berdua sejak kecil sudah ditinggalkan oleh ibu kami dan ayah kami. Saat dia berusia beberapa bulan ibu kami sudah meninggal dan Ayah kami pergi entah ke mana. kami pun tinggal bersama nenek kami namun terkadang dioper ke sana kemari ke rumah keluarga tetapi tetap kembali ke rumah nenek kami. Awal tahun ini nenek kami meninggal aku tinggal di rumah keluarga adiknya nenek saya dan terpisah dari adikku yang tinggal di rumah keluarga lain dan melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMK. Aku selalu khawatir gimana dia diperlakukan di sana karena dia menjadi orang yang bisa dibilang sangat-sangat pendiam dari kecil tetapi hanya di luar rumah, di rumah normal saja. Saya khawatir dengan kesehatan mentalnya tapi tidak tahu harus bagaimana apalagi dia tidak pernah cerita tentang lingkungannya di sekolah, hingga suatu hari saya mendengar dari temannya kalau dia pernah dibully saat SMP dan itu sangat-sangat menyayat hati saya karena saya tidak tahu harus bagaimana. |