Q25
Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Tempat Tinggal ? Ceritakan.
Tidak ada
Q26
Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Keuangan ? Ceritakan.
Ya, Karena sebagai mahasiswa yang ngekost, saya kadang khawatir tidak dapat mengelola keuangan dengan baik.
Q27
Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Kesehatan fisik ? Ceritakan.
Ya, saya khawatir jika kedepannya saya memiliki kesehatan fisik yang kurang karena saya jauh dari orang tua.
Q28
Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Teman ? Ceritakan.
Ya, saya tidak sepenuhnya percaya dengan teman karena terkadang teman juga bisa menjadi musuh atau teman bisa saja menusuk kita dari belakang. Jadi saya biasa saja kalau berteman atau tidak berlebihan. Tapi saya juga khawatir jika saya tidak punya teman satupun di perantauan ini
Q29
Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Keluarga ? Ceritakan.
Yaa, saya khawatir jika nanti keluarga saya tidak baik baik saja. Saya ingin keluarga saya tetap sehat dan bahagia terkhusus kedua orang tua saya agar bisa melihat anaknya sukses dan bisa membahagiakan saat saat tua mereka.
Q30
Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Teman dekat/Pacar ? Ceritakan.
Ya, saya khawatir jika teman dekat saya tiba tiba meninggalkan saya atau berubah sifat kepada saya.
Q31
Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Pergaulan ? Ceritakan.
Ya saya punya kekhawatiran karena melihat dari zaman sekarang banyak sekali kasus kasus pergaulan bebas yang terjadi. Kiranya itu tidak terjadi dalam diri saya.
Q32
Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Diskriminasi (bullying,pelecehan,kekerasan) ? Ceritakan.
Yaa, karena hal itu merupakan hal negatif yang dapat merusak mental dan fisik seseorang. Saya khawatir hal itu terjadi kepada saya.
Q33
Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Kesehatan mental (depresi, stress, cemas, panik, gangguan tidur, gangguan makan, selfharm, alkohol/narkoba ) ? Ceritakan.
Ya, sampai saat ini saya masih memiliki kekhawatiran mengenai hal itu karena saya dulu pernah mengalaminya hingga mengambil keputusan yang salah yaitu menunda kuliah di tahun pertama. Setelah 1 tahun saya kemudian berani melangkah maju kembali untuk kuliah. Walaupun saya merasa tertinggal dari teman seangkatan saya, tetapi saya merasa lebih baik karena mental dan fisik saya sudah lebih kuat untuk mulai menjalani perkuliahan. Saya berharap tidak mengalaminya lagi karena itu sangat merugikan bagi diri saya sendiri.