← Kembali
Detail Assessment #209
Avg Skala: 1 Kategori: Sedang
👤 Data Responden
Nama Lengkap
Mandatari situmeang
Jenis Kelamin
Perempuan
Tanggal Lahir
09/07/2005
Email
mandasitumeang604@gmail.com
No WhatsApp
082382465527
Pendidikan
S1
Pekerjaan
mahasiswa
Status Nikah
Belum menikah
Suku
Batak Toba
Agama
Kristen
Event
Universitas Satya Terra Bhinneka Week Of Service Mental Health and Well Being Lions Club Distric 307 A2
Tanggal Asesmen
10/10/2025 10:14
📈 Hasil Asesmen
Total Skor
14.00
Rata-rata
1.000
Kategori
Sedang
🩺 Keluhan
Tidak percaya diri
📋 Hasil Asesmen
kurang perhatian atau dukungan ibu berdampak pada menjadi tidak percaya diri
🔧 Intervensi
Psikoedukasi dan PFA: dengan memberi logika bahwa memang itu sudah karakter ibu yang klien seharunya sudah mengerti dan mencoba membangun motivasi dan dukungan dari orang lain seperti Ayah dan teman kuliah. apa lagi nilai kuliah juga sangat baik. sehingga fokus dulu pada hal yang dapat membangun motivasi dan rasa kepercyaan diri dari dalam. setelah lulus dan kerja. karena sudah tahu ibu itu akan sayang dan perhatian pada anak yang menghasilkan dan memberi uang maka nanti bisa diwujudkan dan didapati perhatian itu.
💡 Rekomendasi
selesai
📝 Catatan Konselor
merasa diri ditolak keluarga dan tidak percaya diri. klien sebelumnya tinggal dengan nenek di kampung, hal kenapa Ia tinggal dengan nenek karena ketika kecil ia sakit-sakitan dan keputusan keluarga untuk diobati di kampung saja. Sampai sembuh, karena sudah lama disana Klien pun tinggal disana jadinya dan bersekolah disana. hingga nenekpun meninggal dunia, Klien pun kembali ke rumah orang tua di Medan. Ternyata Ia baru menyadari bahwa Ibu punya kebiasaan suka marah dan tidak menghargai hasil jeripayah yang di dapat klien, padahal Ia sudah berusaha membuat Orang tuanya bangga. Belum lagi kenyataan hal itu tidak berlaku untuk kakak yang di sayangi sehingga Klien komplen dengan kondisi itu. efeknya Ia jadi bermusuhan dengan kakak dan setelah itu tidak akan diberi uang jajan dan transport ke kampus. Klien juga sudah mempertanykan hal itu dengan keluarga lain dan ayahnya. mereka hanya menyatakan sabar saja. Setelah di dalami terkait sikap Ibu tersebut ternyata dahulu kakak juga mengalaminya sebelum berkerja seperti sekarang. sehingga dapat dinilai Ibu akan baik ketika anak sudah bisa menghasilkan uang dan bersedia memberi uang kepada ibu.
📊 Jawaban Skala (Likert)
Q11
Saya merasa optimis terhadap masa depan
2
Q12
Saya merasa diri saya bermanfaat
0
Q13
Saya merasa rileks
1
Q14
Saya merasa tertarik dengan orang lain
1
Q15
Saya memiliki energi untuk melakukan se…
1
Q16
Saya mengatasi masalah dengan baik
1
Q17
Saya dapat berfikir jernih
1
Q18
Saya merasa nyaman dengan diri saya
4
Q19
Saya merasa dekat dengan orang lain
1
Q20
Saya merasa percaya diri
0
Q21
Saya bisa mengambil keputusan sendiri t…
1
Q22
Saya merasa dicintai
0
Q23
Saya merasa tertarik kepada hal-hal baru
1
Q24
Saya merasa ceria
0
📝 Jawaban Essay
Q25 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Tempat Tinggal ? Ceritakan.
Mungkin di bilang khawatir dikit, sebab di tempat tinggal saya ini, sekolah saya Waku SD sampai SMP, di dekat rumah, jadi saya seringkali mengalami kekerasan fisik di sekolah oleh teman-teman saya, jadi saya merasa terkadang khawatir dengan tempat tinggal saya ini, kadang saya berfikir, aman tidak ya untuk saya, seperti itu kurang lebihnya.
Q26 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Keuangan ? Ceritakan.
iya, saya juga khawatir dengan ekonomi keuangan, karena keluarga saya kadang mau brantem karena keuangan yang tidak mencukupi
Q27 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Kesehatan fisik ? Ceritakan.
kalau di bilang khawatir tentang kesehatan fisik, saya banyak khawatir, kadang badan saya sakit tiba-tiba entah itu pergelangan tangan, kadang engsel tangan dan kaki saya itu seperti ingin copot dari badan saya, tapi saya tidak berani cerita ke orang tua saya, karena saya takut membuat kedua orang tua saya khawatir dan cemas dengan saya
Q28 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Teman ? Ceritakan.
saya khawatir, karena, setiap ada yang datang dengan saya, atau banyak keramaian, saya takut untuk memulai pembicaraan, paling saya hanya so hay saja, kalau saya di sapa, saya sapa balik, dan kadang juga kalau terlalu banyak orang, membuat saya semakin capek, capek tapi tidak ngapa-ngapain, seperti capek sekali dalam perkerumunan
Q29 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Keluarga ? Ceritakan.
saya khawatir keluarga saya memiliki banyak masalah, kadang saya pengen nangis di kamar kalau saya sendirian di kamar, apalagi kalau kadang mama papa saya brantem, brantem hanya karena ekonomi keuangan.
Q30 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Teman dekat/Pacar ? Ceritakan.
Tidak, sebab saya tidak punya teman dan pacar, jadi saya tidak pernah mengalami khawatir untuk hal ini
Q31 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Pergaulan ? Ceritakan.
iya, saya khawatir, bisa di bilang takut, kemungkinan karena efek dari kekerasan yang saya alami di masa SD-SMP, jadi saya khawatir untuk bergaul, saya sering takut untuk melihat pergaulan orang-orang, karena saya sudah lebih nyaman di fase saya sendiri.
Q32 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Diskriminasi (bullying,pelecehan,kekerasan) ? Ceritakan.
Saya masih takut dengan yang namanya kekerasan fisik, bully, ya karena tadi, saya mengalaminya sejak saya dari SD-SMP, kan saya dari SD sampai SMP tetap satu sekolah, saya tidak pernah bercerita kepada siapapun kalau bahwasannya saya kena bully, kadang saya di lempar bangku sama teman saya, pernah juga di lempar sapu, saat saya belajar juga kadang meja saya di goyangin, agar saya tidak menulis, bahkan saya pernah di bully sampai ke jalan besar, saya di permalukan di jalan besar itu, jadi saya merasa, khawatir akan pembullyan ini terulang lagi kepada saya
Q33 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Kesehatan mental (depresi, stress, cemas, panik, gangguan tidur, gangguan makan, selfharm, alkohol/narkoba ) ? Ceritakan.
Panik mungkin iya, stres juga bisa di bilang ya, karena kadang saya kalau tidak sanggup lagi, saya berfikir untuk bunuh diri, bahkan tangan saya pas baru masuk kuliah di semester 2,saya pernah barcode, atau (goreng" di tangan) kadang kalau saya sudah tidak sanggup lagi, saya tidak bisa berfikir sehat, saya lebih memilih nyiksa diri saya, nyalahin diri saya, karena knpa harus saya yang seperti ini, gitu buk.