← Kembali
Detail Assessment #1152
Avg Skala: 1.79 Kategori: Sedang
👤 Data Responden
Nama Lengkap
Vanesa Br. Perangin-Angin
Jenis Kelamin
Perempuan
Tanggal Lahir
24/11/2005
Email
princessvann2411@gmail.com
No WhatsApp
083137636919
Pendidikan
S1
Pekerjaan
Mahasiswa / Akademisi
Status Nikah
Belum menikah
Suku
Karo
Agama
Kristen
Event
Universitas Satya Terra Bhinneka Week Of Service Mental Health and Well Being Lions Club Distric 307 A2
Tanggal Asesmen
13/10/2025 20:03
📈 Hasil Asesmen
Total Skor
25.00
Rata-rata
1.790
Kategori
Sedang
📊 Jawaban Skala (Likert)
Q11
Saya merasa optimis terhadap masa depan
4
Q12
Saya merasa diri saya bermanfaat
2
Q13
Saya merasa rileks
1
Q14
Saya merasa tertarik dengan orang lain
2
Q15
Saya memiliki energi untuk melakukan se…
1
Q16
Saya mengatasi masalah dengan baik
2
Q17
Saya dapat berfikir jernih
1
Q18
Saya merasa nyaman dengan diri saya
2
Q19
Saya merasa dekat dengan orang lain
1
Q20
Saya merasa percaya diri
2
Q21
Saya bisa mengambil keputusan sendiri t…
2
Q22
Saya merasa dicintai
1
Q23
Saya merasa tertarik kepada hal-hal baru
2
Q24
Saya merasa ceria
2
📝 Jawaban Essay
Q25 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Tempat Tinggal ? Ceritakan.
Tidak ada
Q26 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Keuangan ? Ceritakan.
Saya memiliki masalah finansial. Keluarga saya mencari nafkah senang berjualan. Jualan itu naik turun. Terkadang saya dapat uang jajan dan ongkos tetapi kadang hanya ongkos. Saya tidak terlalu membawa itu ke dalam hati karena saya tahu ada org yg lebih susah namun ada satu hal yang sedikit membuat hati sy tergores. Masalah magang. Di semester ini kami diperbolehkan magang. Saya sudah punya team dan tempat magang. Namun saya keluar dari team karena masalah keuangan. Ibu saya tidak sanggup membayar kost dan makan saya. Apalagi saya punya dua adik yang masih sekolah. Kalau saya tidak kost , ibu saya cukup terbantu. Pada saat itu ekonomi kami memang sedang turun-turunnya. Jualan tidak ada orang beli akhirnya ibu saya menjadi art di rumah orang. Jujur saya sedih mengapa ibu saya harus menjadi art di rumah orang tetapi keadaan tidak bisa disalahkan. Saya bilang ke ibu saya, saya mau kerja aja kata ibu saya tidak usah fokus kuliah dan bantu jualan saja. Saya tau saya gak boleh sedih karena bagi beberapa ormag masalah sy tidak ada apa-apanya. Namun wajar tidak saya kecewa sm keadaan? Disaat keinginan sy bukan masalah baju namu utuk belajar saya tidak bisa. Saya tidak jadi ikut magang karena tidak mau memberatkan. Saya bukannya tidak bersyukur tetapi saya sedih saja. Kalau sy crita ke org,Syaa takut di judge ga bersyukur. Gapapa kan kalau sesekali kita kecewa sm keadaan? Sya berharap smoga akan dtg hal hal baik lain di jalan lain kepada saya.
Q27 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Kesehatan fisik ? Ceritakan.
-
Q28 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Teman ? Ceritakan.
-
Q29 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Keluarga ? Ceritakan.
Saya merasa keluarga saya tidak syg kepada saya. Nenek dari ibu, lebih menyayangi anak dari om (Aang ibu saya) daripada saya. Padahal ketika nenek dirawat di rumah sakit, saya dan ibu saya yg jaga. Anak om sy beralasan sibuk padahal mereka dirumah. Hanya 1 org yg berkunjung. Kemudian tante, istri om sy senang sekali menjelekkan sy ke nenek saya. Nenek sy terhasut dan merasa Kesal kepada saya. Sy sangat sedih. Lalu keluarga ayah sy jg menyakiti hati sy. Waktu sy nangis berlutut minta di kuliahkan mereka menyuruh sy nikah aja biar g bnyk uang keluar. Disitu hati sy hancur padahal saya srius mau kuliah. Padahal mereka tahu alasan sy memohon minta di kuliahkan adlh krn ayah saya sdh meninggal. Ibu sy tidak mampu menguliahkan sy. Kenapa disaat sy srius mau kuliah sy tidak bisa smntr ad temen sy yg ganiat kuliah tp orgtua ny sanggup menguliahkan dia. Bibi sy, adik ayah saya selalu koment apapun yg saya lakukan. Di mata mereka smua yg sy lakukan salah. Saya ingin berterus terang sy pernah mau mati saking stresnya mendengarkan ucapan mereka. Mereka membuat sy merasa tidak ad gunanya hidup. Setiap pulang dari bertemu mereka sy sll overthinking. Sya heran apakah sy ini cucu dan keponakan yg jahat shingga mreka memperlakukan sy spt itu. Tetapi sy ingat bibi kakak ibu sya syg kepada saya. Kakek sy, ayah dari ibu saya, sangat syg kepada sy, sewaktu kakek masih hidup kakek sgt membanggakan sy. Sy kangen kakek sy. Dulu waktu kakek tau sy disuru nikah kakek nenek sy marah. Kakek sy kalau tau sy juara bawa piala lgsg pake ke org-org. Sy kangen kakek saya. Kakek sy g pernah marah kepada saya. Sy ingat waktu sy dimarahi nenek saya, kakek sy sll membela saya. Kakek yg paling baik tetapi kakek cepat dipnggil Tuhan. Aku harap kakek bangga dengan apapun y gaku lakukan saat ini. Walaupun kakek tidak ada sampai aku wisuda nti ttp aku percaya kakek menjaga dari sana. Ak benar" Merindukan kakek
Q30 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Teman dekat/Pacar ? Ceritakan.
-
Q31 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Pergaulan ? Ceritakan.
-
Q32 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Diskriminasi (bullying,pelecehan,kekerasan) ? Ceritakan.
Saya pernah dijauhi sewaktu SD karena satu nama yaitu Najwa. Dia menjelekkan saya dan menghasut teman-teman sya. Dia bilang ke teman sy kalau sy memaksa dia membeli kado padahl dia tidak punya uang. Padahal sya tidak pernah mengatakan itu. Dia berhasil merusak pertemanan dan menghancurkan sya pada saat itu. Lalu kemudian teman saya Gita, menuduh saya merusak pulpen mahal teman saya. Karena image sy sudah jelek org percaya. Tidak ad yg saya bisa lakukan. Saya jujur tidak mau bertemu dengan teman SD saya. Karena mereka cukup menyakiti hati saya. Padahal anak SD harusnya hanya senang- senang tetapi Syaa memiliki ingatan pahit. Terimakasih kepada najwa yang membuat sy sedikit trauma. Saya tau itu masih SD tapi sy tidak akan pernah lupa.
Q33 Apakah kamu memiliki kekhawatiran mengenai Kesehatan mental (depresi, stress, cemas, panik, gangguan tidur, gangguan makan, selfharm, alkohol/narkoba ) ? Ceritakan.
Saya sering panik dan waktu SMP sy pernah beberapa x membenturkan kepala sy saat sedang dimarahi nenek saya dan saat sedang ada masalah. Namun pada saat itu saya tidak tau kalau itu selfharm. Semakin dewasa saya tau dan tidak mampu melakukan itu lagi